Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Maret 2019

FAKTOR YANG MENENTUKAN VO2 MAX

1. Jenis Kelamin. Setelah masa pubertas, wanita dalam usianya yang sama dengan pria umumnya mempunyai konsumsi oksigen maksimal yang lebih rendah dari pria.

2. Usia. Setelah usia 20-an, VO2 max menurun dengan periahan-lahan dalam usia 55 tahun, VO2 lebih kurang 27% lebih rendah dari usia 25 tahun. Dengan sendirinya hal ini berbeda dari satu dengan orang yang lain. Mereka yang mempunyai banyak kegiatan VO2 max akan menurun dengan lebih perlahan.

3. Keturunan. Seseorang mungkin saja mempunyai potensi yang lebih besar dari orang lain untuk mengkonsumsi oksigen yang lebih tinggi, dan mempunyai suplai pembuluh darah kapiler yang lebih baik terhadap otot-otot, mempunyai kapasitas paru-paru yang lebih besar, dapat mensuplai hemoglobin dan sel darah merah yang lebih banyak dan jantung yang lebih kuat. Dilaporkan bahwa konsumsi oksigen maksimum untuk mereka yang kembar identik sangat sama.

4. Komposisi Tubuh. Walaupun VO2 max dinyatakan dalam berapa mililiter oksigen yang dikonsumsi per kg berat badan, perbedaan komposisi seseorang menyebabkan konsumsi yang berbeda. Misalnya tubuh mereka yang mempunyai lemak dengan persentase yang tinggi, mempunyai konsumsi oksigen maksimum yang lebih rendah. Bila tubuh Anda berotot kuat, VO2 max Anda lebih tinggi. Sebab itu, jikalau Anda dapat mengurangi lemak dalam tubuh, konsumsi oksigen maksimal Anda dapat bertambah tanpa tambahan latihan.

5. Latihan/Olahraga. Anda akan dapat memperbaiki VO2 max dengan olahraga atau latihan. Dengan latihan daya tahan yang sistematis, Anda akan memperbaiki konsumsi oksigen maksimal Anda dari 5% sampai 25%. Berapa banyak Anda dapat
baiki, tergantung kepada status Anda sewaktu mulai latihan.
Bila Anda mulai dengan kondisi yang rendah, Anda dapat memperbaikinya dengan lebih tinggi Jangan anggap bahwa Anda sudah terlalu tua untuk memperbaiki diri. Penelitian menunjukkan bahwa laki-laki usia 65-74 tahun dapat meningkatkan VO2 maksimumnya sekitar 18% setelah berolahraga dengan teratur dalam waktu 6 bulan.

Minggu, 03 Maret 2019

FAKTOR PRIMER PENYEBAB PENYAKIT JANTUNG

1. Tekanan darah tinggi. Lebih tinggi tekanan darah, maka kemungkinan untuk mendapatkan serangan jantungpun makin meningkat.
 
2. EKG yang aboormal. EKG adalah satu alat pemeriksaan yang dapat menunjukan adanya penyakit jantung hingga dapat menu jukkan kemungkinan untuk penyumbatan pembuluh darah dan pembesaran jantung, bahkan serangan jantung EKG seseorang dalam keadaan stres dapat memberikan ramalan yang lebih akurat sebab menunjukkan keadaan jantung dalam keadaan tegang yang berbeda dengan keadaan rileks. Kegemukan. Seorang yang mempunyai berat badan 15-20 % atau lebih di atas berat normal mempunyai risiko yang lebih besar untuk mendapat serangan penyakit jantung. Dengan demikian lebih berat badan seseorang, kemungkinan untuk meninggal akibat serangan jantung makin besar.

3. Merokok. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa merokok adalah salah satu penyebab dari penyakit jantung, Misalnya seorang yang merokok 2 bungkus rokok per hari mempunyai risiko 3 kali lipat untuk meninggal disebabkan oleh serangan jantung di bandingkan dengan mereka yang tidak merokok. Seorang yang telah mendapat serangan jantung dan terus merokok, mempunyai risiko untuk mendapatkan kembali serangan jantung dua kali lipat dibandingkan dengan mereka yang berhenti merokok. Penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa dengan jumlah kematian 53.000 per tahun akibat penyakit yang berkaitan dengan merokok diperkirakan merokok pasif menyebabkan 10 kali kematian akibat penyakit jantung ketimbang kanker paru. Di Selandia Baru, 240 dari 270 kematian ( 90 % ) akibat merokok pasif adalah karena akit jantung koroner. Di Indonesia, menurut Yayasan Jantung Indonesia, dari 10 pasien jantung yang masuk ke Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, delapan di antaranya disebabkan rokok.

Sabtu, 02 Maret 2019

CARA JANTUNG BEKERJA

          Jantung Anda yang sudah mulai berdenyut pada saat Anda lahir dan tidak akan pernah berhenti sampai Anda menghembuskan napas terakhir, ternyata merupakan otot dalam tubuh Anda yang paling keras bekerja, dan yang terkuat. Sebagaimana Anda ketahui, pekerjaan jantung adalah mensuplai darah, oksigen dan zat makanan keseluruh tubuh, termasuk otak, organ dan otot.

          Pada saat Anda beristirahat, jantung Anda berdetak 100.000 kali dan memompakan 8000 liter darah sehari. Jikalau Anda mengadakan kegiatan olahraga ringan, otot Anda akan memerlukan empat kali lebih banyak jumlah darah daripada sewaktu Anda istirahat. Bila Anda melakukan olahraga berat, otot Anda memerlukan 15-20 kali lebih banyak darah. Ternyata lebih banyak darah yang dibutuhkan menyebabkan fungsi jantung akan lebih baik. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Setiap kali satu otot jantung berkontraksi, terpompa keluar menuju urat nadi sejumlah darah yang terdapat dalam serat-serat penting tersebut. Bila darah ini masuk kembali ke dalam jantung, akan dipompakan menuju pembuluh darah paru yang terdapat dalam paru-paru dimana akan diperoleh oksigen dalam jumlah banyak. Bersama zat makanan yang diperoleh dari usus kecil, darah tersebut akan dipompakan kembali untuk peredaran darah secara umum.